Jumat, 28 Februari 2014

MENJADI MAHASISWA SUKSES WAKTU SKRIPSI


PGSD LIWET, Surabaya, 29 Januari 2013

                Mahasiswa, jika kata tersebut dipenggal maka akan menjadi MAHA-SISWA yang berarti bahwa seorang siswa atau murid yang memiliki kedudukan paling tinggi di antara semua siswa dari level pendidikan. Itu artinya juga seorang mahasiswa memiliki pemikiran yang dewasa dalam menganalisa suatu permasalahan dan isu-isu yang sedang terjadi di sekitar mereka. Itulah kenapa banyak sekali orang yang berharap bahwa seseorang yang berada pada usia layaknya mahasiswa mampu berpikir secara mandiri supaya dapat menjadi seorang yang berhasil dalam setiap lini kehidupannya. Setelah melalui masa perkuliahan, mahasiswa pada jenjang S1 pada akhir semester tentunya harus menempuh skripsi sebagai syarat untuk dapat lulus pada jenjang tersebut. Menjadi mahasiswa sukses ketika skripsi ternyata memerlukan beberapa cara, sesuai dengan pengalaman saya ketika pernah menjadi seorang mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya. Berikut adalah hasil analisa saya ketika mengalami dan memperhatikan mahasiswa-mahasiswa ketika mendapatkan tugas dan yang sedang menghadapi proses bimbingan skripsi:
Berpikir kritis itu perlu, beberapa langkah untuk berpikir kritis ketika menempuh skripsi seperti yang dijabarkan di bawah ini.
1.       Mengorganisir waktu/Disiplin
Disiplin adalah salah satu kunci sukses utama jika anda ingin berhasil, amat terlebih menjadi mahasiswa sukses ketika menempuh skripsi. Untuk mahasiswa yang belum mengambil mata kuliah skripsi, anda pasti akan memiliki banyak sekali tugas, khususnya menjelang ujian akhir di setiap semester. Setiap dosen akan memberikan tugas yang mungkin lebih dari satu macam dengan kriteria pengumpulannya yang bermacam-macam sesuai apa yang telah diinstruksikan. Jika anda tidak siap untuk mensiasati bagaimana mengerjakannya, sudah barang tentu anda akan kelabakan di akhir semester. Oleh karena itu yang perlu anda lakukan adalah mengatur waktu sebaik mungkin sesuai jadwal pengumpulan tugas yang telah ditetapkan. Anda akan lebih baik mengerjakan tugas dengan memerhatikan deadline tugas yang diberikan. Kerjakan tugas yang paling mendekati deadline, akan menjadi pilihan yang cerdas. Namun tidak menutup kemungkinan jika anda adalah seorang multitasker yang mampu mengerjakan lebih dari satu tugas dalam waktu yang bersamaan dengan hasil yang optimal.
                Untuk mahasiswa yang sedang dalam proses penelitian, tetapkan jadwal tertentu sesuai dengan target waktu. Misalkan, jadwal di mana anda harus mengerjakan bab I,II,III, dan IV. Jangan lupa tetapkan juga jadwal di mana anda harus mengumpulkan literatur sebelum melakukan penelitian atau sebelum lanjut mengerjakan bab selanjutnya. Sangat baik jika anda membawa jadwal tersebut dalam sebuah catatan kecil dan melakukan pengecekan secara berkala.

2.       Jangan takut menghadap dosen
Dosen itu juga manusia. :)
Banyak sekali saya melihat mahasiswa yang terkadang ragu-ragu dan takut untuk menemui dosen. Kenapa ya? Bisa jadi mereka tidak tahu bagaimana cara untuk berperilaku sopan kepada dosen. Mereka kurang tahu bagaimana memilih kata yang tepat ketika menjelaskan maksud mereka menemui dosen tersebut sehingga kemungkinan yang terjadi adalah sang dosen merasa tersinggung dengan apa yang mereka katakan atau bahkan penjelasannya terdengar mbulet dan membingungkan. Jadi belajarlah untuk memilih kata sopan yang dapat mengambil hati dan perhatian dosen yang ingin anda temui.

3.       Menjawab pertanyaan dengan percaya diri
Saya sering melihat beberapa mahasiswa yang kurang merasa percaya diri ketika memberikan penjelasan atas pertanyaan yang diajukan seorang dosen kepada mereka. Sebenarnya percaya diri adalah kunci sukses dalam proses menempuh skripsi. Percaya dan tegas ketika memberikan jawaban ketika dosen bertanya kepada anda tentang penjelasan hasil pembahasan, misalnya. Boleh ya saya sedikit buka rahasia bahwa terkadang dosen itu juga suka tes kepada kita lho apa anda itu termasuk mahasiswa yang PD atau tidak. Tapi juga jangan lupa bahwa ketika memberi penjelasan anda harus sudah paham teori-teori yang melandasi penjelasan yang anda berikan.

4.       Pelajari kemampuan mencatat
Kemampuan mencatat itu mutlak namun sering diremehkan. Salah satu hal penting yang harus anda lakukan ketika menghadap dosen untuk bimbingan skripsi adalah mencatat semua penjelasan dari dosen tersebut. Jangan sampai semua yang dijelaskan hanya anda dengarkan dan terlewat begitu saja.
a)      Catat poin-poin penting dari penjelasan tersebut,
b)      Buat singkatan khusus dan tanda untuk istilah tertentu namun makna aslinya mudah diingat, misalnya ‘cth’ untuk contoh, ‘=’ untuk hasil dari suatu proses,.
c)       Siapkan selalu kertas kosong kecil dan bulpen di tangan,
d)      Beri tanda halaman-halaman yang direvisi, hal ini akan membantu anda untuk kembali dengan mudah memperbaiki halaman yang perlu dibenahi. Anda juga tidak buang-buang waktu membolak-balik mencari halaman yang perlu dibenahi.

5.       Bawa draft skripsi ketika maju bimbingan
Kenapa ya mahasiswa cenderungmeninggalkan draft skripsi yang direvisi ketika bimbingan? Mungkin lupa? Tidak tahu caranya? Apapun alasannya yang jelas anda harus membawa draft tersebut ketika maju menghadap dosen. Dosen itu terkadang juga lupa lho hal-hal apa saja yang kemarin perlu direvisi. Supaya anda tidak terkena marah, akan lebih baik anda membawa draft revisi skripsi sebelumnya ketika kembali bimbingan skripsi.
Good luck :)

Rabu, 22 Januari 2014

YANG MUDA YANG BERGERAK MENDUNIA


PGSD Liwet Surabaya, 22 Januari 2014

Masa anak-anak itu hanya satu kali, masa muda juga satu kali, masa tua pun juga hanya satu kali. Semua masa itu tidak akan pernah bisa terulang untuk yang kedua kalinya. Muda! Never twice man! #Surya Paloh. YANG MUDA YANG BERGERAK MENDUNIA ini merupakan ungkapan dari betapa kuatnya sebuah perubahan yang ada di tangan para orang muda untuk bangsa ini. Jika masa muda hanya dapat dilalui sekali, ya manfaatkan saja masa itu dengan sebaik mungkin dengan keinginan yang ada di benak para pemuda.

Banyak contoh perubahan yang terjadi dari orang-orang muda berbakat di Indonesia. Salah satunya adalah ketika jaman dahulu Presiden Republik Indonesia memproklamasikan kemerdekaan bangsa ini, hal tersebut terjadi akibat desakan dari pemuda-pemuda tangguh kepada sang proklamator untuk segera memproklamasikan kemerdekaan RI. Sampai tiba saatnya bangsa ini boleh keluar dari masa penjajahan dan merdeka di tahun 1945. Suatu kontribusi besar yang ditorehkan oleh pemuda bangsa ini telah mampu membawa perubahan bagi Indonesia. Perubahan dan kejayaan yang saat ini dapat kita nikmati akan bebasnya dari belenggu para penjajah selama berabad-abad.

Yang muda yang bergerak mendunia, karena di tangan merekalah segala ide cemerlang dipadukan dengan pengetahuan akademik ditambah dengan bimbingan dari para orang berpengalaman, maka saya yakin bahwa bangsa ini mampu menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik di segala sektor kehidupan. Seperti Bung Karno  yang berkata “Seratus orang tua hanya bermimpi. Tapi beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada tanah air, maka akan kuguncang dunia!” di pundak merekalah maju mundurnya suatu bangsa. Maka tidak heran jika orang muda hendaknya memiliki cita-cita dan mimpi-mimpinya dengan diiringi semangat yang menggelora.

Saya bangga diberikan kesempatan untuk berkembang sewaktu saya masih muda. Sebagai seorang yang baru lulus dari bangku kuliah, saya diberi kesempatan untuk membantu salah satu dosen senior di kampus. Meski pengalaman masih minim, tapi saya boleh bersyukur karena saya mendapat satu kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan, mimpi, dan cita-cita saya. Meski nilai yang saya peroleh sempat jatuh bangun dalam persyaratan pendaftaran studi ke luar negeri, namun di tahun kedua pendaftaran beasiswa, saya berhasil membuktikan kepada para orang yang bertangan ringan bahwa saya mampu merajut mimpi saya melalui beasiswa yang saya dapatkan. Mimpi/keinginan saya waktu itu untuk belajar ke luar negeri membawa saya untuk terus belajar dan berusaha menjadi pribadi yang lebih layak. Mimpi saya mengantarkan saya untuk melalui sebuah proses kehidupan yang begitu berharga dan yang mempertemukan saya dengan orang-orang hebat, semakin hebat namun semakin rendah hati.

So, kalau kalian adalah anak muda, JANGAN TAKUT memiliki mimpi/keinginan! Karena mimpi kalian dapat memberikan perubahan besar bagi dunia ini.

Kamis, 16 Januari 2014

MENDETAILKAN MIMPI


Liwet, 17 Januari 2014
Meski sebagian orang memperdebatkan istilah mimpi, namun menurut saya hal yang terpenting adalah semangat seseorang untuk menggapainya. Ada yang berpendapat bahwa jangan menggunakan kata mimpi karena setelah bangun mimpi itu akan hilang dan tidak menjadi kenyataan. Saya hanya berdiam sambil mencoba berpikir dalam hati, mau mimpi, cita-cita, visi, atau apa pun itu, yang penting adalah passion dan concern seseorang untuk mewujudkannya. Ada pesan yang ingin saya sampaikan bahwa ketika kita memiliki mimpi (saya pakai istilah mimpi saja ya), kita harus berusaha memberi detail penjelasan terhadap mimpi tersebut.
Saya memiliki mimpi namun lupa memberi detailnya. Di tahun 2012 saya berada di Jakarta untuk mengikuti pelatihan selama enam bulan, tepatnya dari bulan Februari sampai Agustus. Ternyata pada waktu itu provinsi DKI Jakarta sedang punya gawe besar, yaitu pemilihan gubernur baru. Salah satu kandidat yang maju saat itu ada beberapa, saya lupa tepatnya, namun ada satu kandidat yang terkenal berkostum kotak-kotak. Tanpa sengaja, saya juga membawa baju dengan motif kotak-kotak selama saya di Jakarta. Sampai suatu ketika saya berangkat menuju tempat pelatihan dengan menggunakan baju tersebut. Waktu itu saya tidak pernah tahu nama kandidat calon gubernur selain Bung Foke.
Ketika melintas di samping area kedutaan besar Rusia, seperti biasa, banyak pak ojek yang duduk menunggu pelanggan. Karena masih kental dengan budaya sopan santun terhadap orang tua, saya pun dengan spontan menyapa “misi pak”. Pak Ojek pun langsung merespon “eh, anak buah Jokowi panggil-panggil’ (dengan logat orang Jakarta). Saya hanya tertegun sambil berpikir, siapa ya Jokowi itu. Ternyata selang beberapa bulan, Jakarta memiliki suatu fenomena bahwa memiliki seorang gubernur baru yang asli bukan orang berasal dari Jakarta. Waktu itu beritanya sempat terdengar dan terkesan begitu menggema di hati karena saking dahsyatnya sosok figur seorang Jokowi. Dari situlah saya mulai mengenal seorang Jokowi dengan kesederhanaannya. Saya juga sempat membeli buku tentang beliau karena saking ingin tahunya sosok tersebut.
Sampai akhirnya di awal tahun 2013 saya bermimpi untuk bertemu dengan Jokowi tapi saya kurang memberikan penjelasan yang rinci. Saya sempat menuliskan di daftar mimpi saya (sekarang filenya hilang terkena virus jahat) bahwa saya akan bertemu dengan gubernur DKI Jakarta, Jokowi. Tanpa diduga, di akhir 2013 mimpi saya boleh terwujud. Saya berhasil bertemu langsung dengan sosok yang penuh karisma tersebut di sebuah seminar di Universitas Indonesia. Namun saya tidak bisa mendekat apalagi berfoto dan berjabat tangan karena badan saya kalah tinggi dengan para wartawan yang sudah antri dari pagi. Saya sadar bahwa mendetailkan mimpi itu penting dan perlu. Tidak peduli bagian mana yang akan terwujud, karena detail mimpi-mimpi tersebut adalah kendaraan yang membawa anda menjadi seperti apa nanti. Percaya dan terus berusaha menggapai mimpi dan cita-cita yang saat ini kita miliki.
Jika saya boleh mendetailkan mimpi lagi, saya ingin bertemu dengan Pak Jokowi untuk kesekian kalinya, berjabat tangan, berfoto, dan duduk di satu meja jamuan makan dengan beliau. Hehehehe :) Tunggu ceritanya ya karena saya pasti akan membagikannya kepada para pembaca.

Rabu, 15 Januari 2014

SENI BERSABAR


Liwet, Surabaya 9 Januari 2014


Hari ini saya bertemu dengan teman di kampus. Tidak lebih dari 20 menit kita bercerita tentang pengalaman masing-masing ketika melamar beasiswa, suka duka yang pernah dialami dalam mendaftar beasiswa. Ternyata hal yang diperlukan untuk proses pendaftaran beasiswa adalah bukan hanya kepandaian dan semangat namun satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah bersabar karena dalam kesabaran terdapat seni yang menghasilkan karya indah.

Dua tahun saya mencoba melupakan semuanya dan meletakkan fokus pada apa yang saya cita-citakan. Selama kurun waktu itu saya berusaha untuk tidak melihat hal-hal lain yang mempengaruhi pikiran saya melainkan saya hanya fokus pada usaha saya untuk mendapatkan beasiswa studi lanjut ke luar negeri. Meski banyak teman yang sudah hampir lulus di jenjang S2, saya tetap berusaha untuk tidak terganggu dengan hal tersebut. Sangat mudah untuk saya menyerah dan memutuskan studi lanjut di dalam negeri ketika saya memperhatikan hal-hal di lingkungan sekitar. Namun satu keputusan yang pasti yang saya buat waktu itu adalah bahwa saya tetap ingin melanjutkan studi saya ke luar negeri.

Sabar sedikit dan anda akan mengetahui hasil yang terbaik. Seringkali kita merasa tidak sabar untuk mencapai apa yang kita inginkan. Rasa-rasanya apa yang kita mau ingin segera dapat terwujud. Namun saya telah membuktikan bahwa dengan sedikit kesabaran yang kita berikan di proses yang sedang kita lalui, kita akan dapat melihat hasil terindah atas apa yang kita cita-citakan. Sabar yang saya taruh waktu itu mengantarkan saya ke gerbang mimpi yang selama ini ada di benak saya.
Jika saja di tahun 2012 sayatelah mendapatkan skor bukti bahasa yang memenuhi persyaratan, pasti saya akan berhenti mengejar impian saya untuk belajar di negeri Paman Sam.
Jika saja saya berhenti mendaftar beasiswa luar negeri setelah mengetahui untuk kesekian kalinya bahwa saya gagal meraih beasiswa tersebut, pasti saat ini saya tidak sedang bersyukur karena telah mencapai apa yang selama ini saya impikan.
Jika saja saya berhenti melamar beasiswa PRESTASI untuk yang kedua kalinya setelah sebelumnya sempat gagal, saat ini saya pasti tidak dapat menambahkan koleksi foto saya bersama para tokoh bangsa di album favorit saya.
Dan jika saja saya berhenti berusaha setelah mengetahui hasil tes bahasa yang masih di bawah standar, sudah barang tentu saya tidak akan bertemu dengan keluarga baru saya yang berasal di seluruh Indonesia.
Sedikit kesabaran yang saya miliki mempertemukan saya ke pada orang-orang yang bertangan ringan yang bersedia dengan tulus membantu membimbing saya. Selain itu, dengan bersabar saya juga dipertemukan oleh manajer hidup saya dengan orang-orang hebat dari berbagai kalangan.

Memutuskan untuk sedikit bersabar memang tidak mudah. Namun hal tersebut yang akan membawa kita ke pada hal-hal luar biasa yang tidak pernah kita duga, asal kita tetap fokus mencapai apa yang kita cita-citakan selama ini. Bersabar untuk melihat karya terindah sebagai seni di hidup kita.

Tetap bersabar ya :)

SENI MENIKMATI FASILITAS UMUM



Puncu, Kediri 27 Desember 2013

         
 Saya paling suka menggunakan fasilitas umum, amat terlebih jika fasilitas yang disediakan sangat memadahi, bersih dan terjamin keamanannya. Sewaktu kecil saya sangat anti jika harus pergi menggunakan transportasi umum, namun semenjak saya harus ke mana-mana sendiri, mau tidak mau ya memang saya harus bepergian menggunakan fasilitas tersebut, khususnya jika pergi dalam jarak jauh. Saya sangat senang, bangga namun juga sedikit kecewa dengan fasilitas umum.
                Suatu ketika saya pergi menghadiri Award Ceremony beasiswa yang saya peroleh yang berlokasi kurang lebih 20 menit dari tempat kos ketika saya tinggal di Jakarta. Waktu itu saya pergi dengan menggunakan taksi dan pulang bersama teman-teman menggunakan fasilitas umum, busway. Tidak tahu kenapa, saya merasa senang bisa bepergian menggunakan busway karena selain murah dan cepat sampai, ada aktifitas berjalan kaki yang harus dilakukan oleh setiap pengguna busway tersebut ketika menuju loket pembelian karcis. Namun sore itu suasana berkata lain, meski sempat tertawa bersama teman-teman di awal pengantrian busway menuju Salemba kampus UI, di tengah perjalanan saya merasa ingin dan sangat ingin pingsan. :( Betapa tidak, kondisi bus yang sangat sesak sampai rasanya saya kekurangan oksigen ditambah lagi saya sudah antri menunggu selama lebih dari satu jam berdiri. Itulah pemicu kenapa akhirnya saya memutuskan untuk duduk di bawah di tengah kerumunan orang kantor yang pulang. Dengan tidak memedulikan orang sekitar, sesuai saran dari teman, akhirnya saya pun memutuskan untuk duduk di bawah sambil dijaga oleh teman saya. Aaaargggh, dan saya tidak peduli jika orang memperhatikan saya. (malu banget rasanya)
                Sesampainya di depan Salemba, teman saya Bang Holan bercerita bahwa kondisi di mana seseorang hampir pingsan memang sering terjadi. Hal tersebut biasanya terjadi ketika jam kantor yang berarti bahwa banyak orang kantor yang pulang. Kondisi yang penuh sesak dan minimnya oksigen di dalam bus membuat sebagian penumpang, khususnya perempuan, ingin pingsan. Jadi akan lebih baik jika pulang di atas jam 7 jika berada di Jakarta.
                Beberapa waktu lalu menjelang natal 2013 saya juga bepergian ke Madiun menggunakan fasilitas umum untuk mengunjungi saudara. Awalnya saya sudah datang di stasiun Kediri dengan harapan masih kebagian tiket tujuan Madiun. Kalo waktu kecil saya sangat tidak suka naik kereta dan bus, sekarang saya malah ketagihan bisa naik transportasi tersebut. Karena tidak ada tiket yang tersisa akhirnya saya memutuskan pergi dengan bus. Awalnya sempat merasa ngeri karena kondisi bus yang mengajak saya jumping ketika ada tanjakan kecil, (OMG ..0o0..)namun saya sangat menikmatinya karena pemandangan sekitar yang diberikan oleh alam di negeri Indonesia begitu indah tidak bisa tergantikan. Hamparan sawah yang luas dan dereta gunung aktif sepanjang jalan membuat saya ingin sekali untuk bisa mengenal Indonesia lebih lagi.
               Sesampainya di terminal bus Nganjuk, karena harus transit, saya berpindah bus Restu menuju kota Brem dan Pecel, Madiun. Tidak kalah serunya, meski kondisi bus yang penuh sesak dan saya pun akhirnya berdiri selama hampir 30 menit karena tidak ada tempat duduk tersisa, pemandangan sawah yang hijau pun memanjakan mata saya. Rasanya ingin berteriak “I love Indonesiaaa”. Tidak salah ketika seorang aktris terkenal berbisnis pakaian yang bertuliskan “Damn, I Love Indonesia” karena memang negara ini memiliki banyak potensi yang perlu digali.
                Meski banyak orang terkadang menghindari bepergian menggunakan transportasi umum, saya mulai membiasakan diri menggunakan transportasi umum. Dengan begitu saya juga telah menyumbangkan energi untuk dapat digunakan di masa depan, mengurangi jumlah kendaraan umum yang seringkali membuat macet, serta lebih hemat energi saya sendiri karena tidak menyetir kendaraan. Jadi, kalo memungkinkan, jangan berpikir panjang untuk menggunakan fasilitas umum, :)

Bey ... IIII/


Minggu, 08 Desember 2013

DIAJAK PUSING

Puncu, Kediri 5 Desember 2013

Selama proses pendaftaran dan persiapan saya ke luar negeri, saya dipertemukan dengan banyak sekali calon dan orang hebat. Saya masih ingat ketika pada tahun 2012 lalu, saya lolos dalam seleksi beasiswa persiapan keberangkatan ke luar negeri, yang sebenarnya beasiswa tersebut khusus untuk dosen yang sudah memiliki nomor induk nasional. Persiapan tersebut berupa kelas persiapan bahasa dan dunia akademik yang diadakan di Jakarta selama kurang lebih enam bulan. Di tempat itulah saya bertemu dengan seseorang yang memiliki karakter unik namun hebat, yang megajak saya untuk pusing. Hehehe

Persiapan yang saya dapatkan di tempat kursus tersebut adalah persiapan tes IELTS, yang merupakan salah satu persyaratan bahasa internasional bagi setiap siswa yang ingin melanjutkan ke Australia, NZ, dan UK  (meski sekarang banyak negara juga telah menerima IELTS, termasuk Amerika). Waktu itu saya hanya berpikir bahwa Australia lebih dekat (meski dalam hati saya selalu ingin berangkat ke Amerika), jika memungkinkan malah bisa mengajak saudara untuk berkunjung ke negeri tersebut. Tanpa berpikir panjang, akhirnya saya memulai mencari-cari universitas di Australia. Setelah beberapa waktu, akhirnya saya berhasil menemukan beberapa kampus yang sesuai dengan jurusan dan persyaratan bahasa. Namun menjelang satu bulan terakhir di pelatihan tersebut, ada seseorang yang nyeletuk bilang ke saya  waktu sedang berpapasan menuju ruang kecil di perpustakaan “Apa Maretha gak pengen coba kayak saya? kamu harus coba iBT Maretha”

Beliau adalah Bapak M. Syaiful Aris, seorang dosen dari fakultas hukum Universitas Airlangga, Surabaya. Saya masih ingat waktu itu, dengan gayanya yang humoris beliau mengajak saya untuk mencoba tes bahasa internasional selain IELTS, yaitu iBT TOEFL. Saya pun langsung menjawab “gak ah Pak, tambah pusing saya nanti (dengan ekspresi senyum-senyum sembari sedikit kabur ingin melarikan diri)”. Meski sempat beberapa kali saya melihat brosur tentang belajar di Amerika, karena waktu itu saya sudah tidak mau ribet dan pusing-pusing lagi dengan standar bahasa-bahasa yang lain, jadi saya hanya fokus pada IELTS. Ditambah lagi, saya sedikit kecewa karena sudah apply beberapa beasiswa  ke Amerika tapi belum juga berhasil lolos. Tapi kenyataan berkata lain...
List universitas di Australia sudah ada di tangan, dan saya terus mengatakan tidak untuk ajakan Pak MSA (singkatan dari M. Syaiful Aris), sampai akhirnya saya sekarang malah akan berangkat ke Amerika :). Jujur saja, waktu menerima ajakan dari Pak MSA, saya melihat beliau itu jadi malah pusing sendiri, harus berpikir ya IELTS ya iBT. Apalagi ketika saya meminta proofread (membaca untuk menganalisa tulisan) essay saya, beliau menolak dengan alasan tekanan darahnya sedang naik akibat terlalu banyak dan sering belajar di bulan puasa dengan menu berbuka kare. Sampai suatu ketika ada sebuah workshop dari lembaga yang menangani studi di Amerika yang membawa saya menghadapi realita kepusingan.
Mungkin ini yang dinamakan takdir, seberapapun menolak akhirnya tetap menemuinya. Sama halnya dengan saya, seberapapun saya menolak ajakan Pak MSA waktu itu, akhirnya saya harus berhadapan juga dengan pusing memikirkan skor di iBT. Namun sekali lagi, yang namanya sudah kehendakNya, manusia tidak bisa mengelak. Perlahan tapi pasti, skor iBT saya meningkat, dari 78 sampai ke 81. Saya hanya berpikir bahwa dari hasil peningkatan tersebut, itu semua adalah perkara waktu yang mengijinkan kapan saya boleh berangkat ke luar negeri dan dengan beasiswa apa yang akan membawa saya ke sana. Karena ternyata di balik proses mengerjar skor, saya kembali dipertemukan dengan hal-hal baru yang belum pernah saya temui. Selain itu, sebenarnya saya juga telah mendapatkan beasiswa dari pemerintah Indonesia, namun dengan beberapa pertimbangan akhirnya saya memutuskan untuk memberikan jatah tersebut ke pihak lain.

Singkatnya, meski waktu itu saya diajak pusing oleh Pak MSA, akhirnya saya bisa melaluinya. Pusing tersebut membawa saya ke negeri Paman Sam yang ternyata itu adalah mimpi saya sejak kecil untuk dapat belajar di negeri yang jauuuh dari Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, saya juga berhasil mengikuti jejak beliau dengan menjadi salah satu scholar di beasiswa USAID PRESTASI. Ternyata pusing itu membawa hikmah juga ya. :) 

TUTUP USIA DI JAKARTA

SOETTA, Jakarta 1 Desember 2013

Hari ini selesai sudah semua kegiatan saya di Jakarta. Banyak dan sungguh banyak sekali informasi dan pengetahuan yang saya dapatkan selama saya tinggal di Jakarta untuk kedua kalinya, baik itu pengetahuan mengenai bahasa, persiapan belajar saya ke luar negeri, bertemu dengan saudara-saudara baru di seluruh Indonesia, serta wawasan tentang Indonesia tercinta.

Selama kurang lebih satu bulan saya telah belajar di Universitas Indonesia, tepatnya di Lembaga Bahasa Internasional. Sebagai salah satu syarat untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri, setiap peserta penerima beasiswa USAID PRESTASI diwajibkan untuk mengikuti pelatihan yang dipersiapakan oleh panitia beasiswa. Berdasarkan hasil tes di awal dan beberapa pertimbangan, saya masuk ke dalam kelas persiapan selama satu bulan, ada pula teman yang lain yang masuk ke kelas empat maupun enam bulan. Saya bersyukur karena tidak terlalu lama berada di Jakarta, jujur saja, saya kurang betah jika harus makan setiap hari tanpa memasak sendiri. Karena yang paling utama buat saya adalah kebersihan dan gizi yang memenuhi. Selama belajar di LBI UI, saya dibekali bagaimana menyelesaikan soal tes iBT, yang merupakan tes kemampuan untuk mengukur bahasa. Sekali lagi saya bersyukur karena saya telah berhasil melalui kelas tersebut dengan tanpa kekurangan apapun.

Saya dibekali pengetahuan tentang bagaimana mempersiapakan diri memasuki dunia akademik di luar negeri. Tidak hanya persiapan bahasa, namun juga persiapan tentang bagaiman tinggal di luar negeri, setiap peserta diberikan informasi mengenai bagaimana menghadapi isu-isu yang saat ini sedang hangat diperbincangkan serta isu yang sering terjadi di luar negeri, misalnya gender issue. Panitia telah mempersiapkan materi sedemikian rupa dan mengundang para pembicara yang sangat luar biasa di bidangnya. Beberapa pembicara berasal dari kedutaan Amerika dan sebagian merupakan alumni program PRESTASI. Saya juga belajar mengenai public speaking. Suatu kemampuan yang membekali saya tentang bagaimana berbicara di depan umum. Tujuan dari latihan tersebut adalah supaya para peserta berhasil menyampaikan pesan  kepada peserta yang sedang mendengarkan. Tak lupa pula, panitia mempersiapkan beberapa hadiah yang memiliki ciri USAID yang dibagikan kepada peserta. Merupakan suatu pengalaman yang berharga untuk saya dapat mengikuti proses persiapan dengan saudara-saudara baru.

Saya dipertemukan oleh manajer hidup saya dengan anggota keluarga baru yang berasal dari seluruh Indonesia dengan berbagai suku dan bahasa. Sungguh suatu kesempatan yang tidak pernah terlupakan untuk saya karena telah masuk dalam sebuah proses kehidupan yang membawa saya sedikit lebih memiliki pengetahuan yang bertambah mengenai budaya Indonesia. Saya bertemu dengan mereka para perwakilan putra-putri daerah dari Sabang sampai Merauke. Mereka adalah putra-putri bangsa terbaik di bidangnya yang akan menuntut ilmu di negeri orang demi memberikan kontribusi bagi Indonesia ke depan. Saya banyak mendapatkan inspirasi dari mereka tentang bagaimana harus menghargai perbedaan. Tak kalah pentingnya, saya juga belajar beberapa budaya dari mereka di mana pengetahuan saya mengenai Indonesia secara tidak langsung juga bertambah. Semakin bertambah lagi karena saya diberi kesempatan untuk bertemu dan mendengarkan pandangan dari para tokoh bangsa.

Tidak kalah pentingnya, saya mendapatkan pengalaman yang akan selalu saya ingat karena telah bertemu para tokoh bangsa di Indonesia ini. Di minggu terakhir selama saya tinggal di Jakarta, saya diberikan kesempatan bertemu dengan Abraham Samad, M. Mahfud MD, Surya Paloh, Anis Matta, Effendy Gazali, Wiranto, Harry Tanoesoedibjo, Ibu Megawati, dan tentunya Jokowi. Beliau-beliau adalah para tokoh bangsa yang memiliki peran berpengaruh terhadap perkembangan Indonesia. Saya semakin memahami bahwa sebagai warga negara Indonesia, kita patut bangga dan menjunjung tinggi martabat bangsa ini. Salah satu caranya yaitu dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta bersikap layaknya orang Indonesia yang ramah dan bergotong-royong. :)
Tulisan ini merupakan ringkasan cerita saya yang sangat singkat selama saya berada di Jakarta. Sebuah rangkuman yang kiranya mampu memberikan inspirasi bagi generasi uda untuk terus memiliki cita-cita setinggi langit dan terus berusaha mencapainya. Saya telah tutup usia di Jakarta untuk program persiapan studi saya. Begitu banyak hal berharga yang telah saya lalui dan yang akan sangat sayang jika saya tidak membagikannya kepada orang lain. Saat ini saya sedang menunggu training selanjutnya, yaitu leadership training.
Enjoy reading